Sabtu, 02 November 2013

MANFAAT SAMPAH DI LINGKUNGAN KITA



Dalam kehidupan, manusia tidak dapat dilepaskan dari sampah. Setiap hari manusia selalu menghasilkan sampah yang semakin hari semakin banyak jumlahnya. Sampah di perkotaan telah menjadi masalah yang cukup rumit sehingga kadang sulit untuk mengatasinya.
Sampah adalah sisa-sisa barang atau benda yang sudah tak terpakai yang akhirnya dibuang. Sampah di negara kita begitu berlimpah sehingga timbul masalah dalam pembuangannya. Dulu pernah ada kota yang menghadapi persoalan mengenai sampah sampai-sampai di tiap sudut kota ditemukan sampah yang berserakan dan menggunung yang membuat kita terkejut dengan banyaknya sampah yang ada. Sehingga kota tersebut sempat dijuluki kota sampah. Hal itu terjadi akibat terbatasnya tempat untuk pembuangan sampah dan tidak adanya alternatif lain untuk memanfaatkan sampah yang ada. Sampah yang bertumpuk menimbulkan bau tak sedap dan penyakit menular yang berbahaya bagi manusia. Sedangkan di lain tempat banyak orang yang membuang sampah sembarangan ke selokan atau sungai yang akhirnya menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.
Sampah dapat digolongkan ke dalam 2 jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang dapat diolah sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang dapat didaur ulang. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau sumber energi. Sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga adalah sampah organik (sampah basah) contohnya sampah dari dapur, sisa sayuran, kulit buah dan daun. Sedangkan sampah anorganik contohnya botol kaca, botol plastik, kaleng, dan kertas.
Peningkatan jumlah penduduk yang begitu pesat dan gaya hidup masyarakatnya berpengaruh besar pada volume sampah yang dihasilkan. Bila hal ini tidak cepat ditangani akan semakin komplek masalah yang ditimbulkan akibat sampah. Jadi sampah perlu penanganan semua pihak bukan hanya oleh pemerintah saja tetapi kita ikut aktif bertindak terhadap masalah tersebut. Paling tidak kita dapat memanfaatkan sampah dari hasil rumah tangga kita sendiri.
Cara yang dapat dilakukan adalah sebelum membuang sampah pilahlah terlebih dahulu sampah organik dan sampah anorganik. Pemanfaatan sampah organik adalah dengan cara mengumpulkan sampah organik kemudian diolah dengan cara pengomposan. Upaya pengolahan ini akan menghasilkan pupuk sebagai penyubur tanah dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, serangga dan cacing. Bila kita mempunyai lahan/pekarangan yang cukup luas sampah organik dapat dikubur di lahan kosong/pekarangan rumah. Tetapi bila lahan kita terbatas, masukkan sampah sisa rumah tangga berupa sisa sayuran atau daun-daun ke dalam kotak. Kotak ini dapat kita buat demgam ukuran 60x60x20 cm3. Kemudian isi kotak dengan daun, sisa sayuran lalu masukkan beberapa ekor cacing tanah/merah lalu masukkan pula dua genggam tanah. Lakukan hal tersebut setiap hari, sehingga lama kelamaan sampah tersebut berubah menjadi kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman kita.
Pemanfaatan sampah organik yang lain adalah sampah organik dicampur dengan air kemudian dimasukkan ke dalam tempat yang kedap udara dan dibiarkan selama lebih kurang dua minggu sehingga menghasilkan biogas. Biogas ini dapat dimanfaatkan untuk memasak yang tingkat polusinya relatif kecil.
Sampah anorganik berupa kaleng bekas dapat dimanfaatkan lagi misalnya untuk pot tanaman, atau diberikan kepada pengumpul barang bekas untuk diolah lagi di pabrik/industri daur ulang begitu pula botol bekas minuman. Untuk sampah kertas/koran dapat diproses menjadi kertas daur ulang. Hancurkan kertas bersama air dengan alat blender kemudian disaring lalu letakkan pada tempat cetakan untuk selanjutnya dikeringkan. Produk kertas ini dapat digunakan untuk berbagai kerajinan tangan (handycraft)
Bila kita aktif melakukan pemanfaatan sampah, sedikit banyak akan berdampak pada lingkungan kita dan yang terpenting kita telah ikut melakukan penghematan baik itu penghematan uang atau penghematan energi.
Kaalimat Efektif
1.        Dalam kehidupan, manusia tidak dapat dilepaskan dari sampah.
·         Di dalam kehidupan, sampah tidak dapat dilepaskan dari manusia.
2.       Sampah di perkotaan telah menjadi masalah yang cukup rumit sehingga kadang sulit untuk mengatasinya.
·         Sampah diperkotaan telah menjadi masalah yang cukup rumit sehingga terkadang sulit untuk mengatasinya.
3.       Dulu pernah ada kota yang menghadapi persoalan mengenai sampah sampai-sampai di tiap sudut kota ditemukan sampah yang berserakan dan menggunung yang membuat kita terkejut dengan banyaknya sampah yang ada.
·         Dahulu pernah ada kota yang menghadapi persoalan mengenai sampah sehingga terjadi di tiap sudut kota ditemukan sampah yang berserakan dan menumpuk yang membuat kita terkejut dengan banyaknya sampah yang ada.

Read more:



Sabtu, 26 Oktober 2013

Jeremy Teti: "Life Begins at 45




MELIHAT Jeremy Teti, 45 tahun, saat ini di layar komedi, memang kental nuansa konyolnya.
Digandeng Desta, Cici Panda, dan Nunung dalam Ngobrol Asik, tampil di Yuk Keep Smile yang isinya pelawak semua, Jeremy dituntut berperan konyol.
"Mungkin itu tantangan buat saya. Disuruh pakai wig, pakai baju perempuan, awalnya, ya agak tertekan juga. Aduh, bok! Bagaimana ini citra saya. Mati! Memang bertolak belakang, sih dengan pekerjaan saya dulu. Tapi ini pekerjaan. Harus profesional. Mau dikasih peran apa pun, harus bisa memerankannya. Sampai ada, lho yang berkata begini kepada saya, 'Ih, kamu dibayar berapa, sih untuk berperan seperti itu?' Belum lagi anak-anak komedian ini, yang bercandanya luar biasa sadis. Dibilang ngondek (kemayu), apalah. Ibu-ibu protes gara-gara saya dikata-katai di panggung, 'Itu Pak Jeremy dibayar berapa, sih mau diolok-olok, diperlakukan kayak begitu?'" Jeremy menuturkan.
Jeremy bisa menerima, tapi banyak penggemarnya tersinggung. "Jujur, awalnya saya juga sedikit terluka, sih. Gila, biasanya (siaran) rapi, terarah, enggak ada yang berani ngomong sembarangan sama saya. Tiba-tiba saya harus bocor, dicerca, dihujat oleh rekan yang usianya lebih mudah dari saya. Sempat perang batin juga. Untuung saya enggak mudah terpancing. Dan akhirnya kembali lagi kepada mindset, ini pekerjaan," ungkapnya.
Ditanya dibayar berapa untuk melakoni kekonyolan demi kekonyolan ini, Jeremy blak-blakan, memang honor yang didapat berkali-kali lipat gajinya sebagai penyiar.
"Kalau ditotal sebulan mengisi acara, penghasilan sebagai entertainer jauh lebih banyak dibandingkan penyiar televisi. Hanya harus hati-hati, karena bintang bersinar itu ada waktunya," katanya.
Inilah titik ternyaman seorang Jeremy Teti. "Kalau ada yang mengatakan life begins at 40, itu terjadi pada saya sekarang ini. Bukan 40 juga sih, 45, hahaha."

http://id.omg.yahoo.com/news/jeremy-teti-life-begins-45-041000941.html
www.gunadarma.ac.id

Minggu, 13 Oktober 2013

Biografi


Biografi


      Nama   : Maskah Melinda
      Tempat/Tanggal lahir   : Bogor, 19 Agustus 1993
      Jenis kelamin   : Perempuan
      Kebangsaan   : Indonesia
 Agama   : Islam
 Alamat   : Jalan Mayor Oking Jayaatmaja Rt 01 Rw 03 No. 44A Kab. Bogor Kec.Cibinong Kode Pos 16918
 E-mail   : maskahtremor19@yahoo.com
 Kelebihan   : Mudah untuk menghapal, Tepat waktu
 Kekurangan   : Tidak suka berjalan jauh
 Pendidikan
 SD   : SDN Ciriung 4
 SMP   : SMP PGRI 1 Cibinong
 SMK   : SMK Farmasi Bogor
 Perguruan Tinggi   : Universitas Gunadarma

Rabu, 02 Oktober 2013

ARTIKEL PERILAKU KONSUMEN


Upaya Melayani “Sang Raja”

Pembeli adalah raja dianggap oleh para produsen untuk menegaskan bahwa konsumen atau pelanggan menjadi fokus dalam pergerakan laju usaha. Caranya bermacam-macam, yang terpenting “sang raja” merasa nyaman, senang, dan mau kembali untuk membeli.
Mewujudkan hal tersebut memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tak jarang, upaya memberi layanan prima seringkali berujung pada kritik atau komplain. Untuk itu, kepekaan terhadap kebutuhan pelanggan menjadi salah satu kunci utama yang patut diperhatikan.
Sebagai salah satu vendor perangkat teknologi kaliber dunia, Hawlett Packard (HP) menghadirkan HP Authorized Service Center (ASC) dengan konsep best personalized service experience untuk mengoptimalkan kualitas layanan pelanggan.
Bagi perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat ini, ASC merupakan solusi efektif bagi pelanggan ketika ingin mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan produk HP miliknya, menciptakan peace of mind, serta menjadikan pelanggan memperoleh manfaat manfaat optimal dari produk HP yang digunakannya.
“Layanan purna jual yang prima akan terus menjadi salah satu kontributor utama dalam memperkuat keunggulan kami di pasar selain produk berkualitas tinggi yang andal, desain menarik dan inovatif, teknologi terkini, serta  perbandingan harga dan value yang kompetitif,” ujar Megawaty Khie, Managing Director, Personal System Group, HP Indonesia.”
HP juga berencana terus menambah jumlah HP Service Center maupun unsur-unsur pendukung lainnya seperti, Drop Off Point sehingga makin memudahkan pelanggan dalam pengiriman-pengambilan produk yang hendak diperbaiki.
Keberadaan HP Service Center maupun Drop Off Point yang tersebar di berbagai lokasi akan membantu mempercepat waktu pelanggan dalam menjangkau layanan purna jual HP.

*Dikutip dari Inspiratorial Akhir Pekan Teknologi, Kompas, Minggu, 27 Juni 2010